Prof. Dr. Ir. Samadi., M.Sc selaku Kepala Pusat Riset Ilmu Teknologi Pakan (PR-ITP) menuturkan bahwa “Pakan murah bukan berarti murahan. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti limbah pertanian dan perkebunan, dedak, ampas tahu, hijauan alami, hingga fermentasi bahan-bahan organik, peternak dapat menciptakan formulasi pakan yang bergizi dan hemat biaya. Teknik ini tidak hanya menekan pengeluaran, tapi juga mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha ternak.”
Kini saatnya beralih ke sistem beternak yang cerdas dan hemat. Jadikan pakan murah sebagai solusi, bukan hambatan. Beternak sukses adalah milik siapa saja yang mau belajar dan berinovasi. Salah satu sumber pakan murah yang kini semakin dilirik adalah limbah industri pertanian, seperti solid sawit—hasil samping dari proses pengolahan kelapa sawit. Selama ini, limbah ini seringkali dianggap tak berguna, padahal sebenarnya memiliki potensi besar sebagai bahan pakan ternak, terutama ruminansia seperti sapi dan kambing.
“Solid sawit mengandung serat kasar yang cukup tinggi dan energi yang dapat dimanfaatkan oleh ternak pemamah biak. Dengan proses pengolahan yang tepat seperti fermentasi, penambahan nutrisi tambahan, dan pengeringan, solid sawit dapat diubah menjadi pakan alternatif yang bernilai gizi tinggi. Proses fermentasi, misalnya, mampu menurunkan kadar lignin dan meningkatkan kecernaan serat, sehingga pakan lebih mudah diserap oleh ternak”. Ujar pak Agus selaku Pemateri dan Praktisi pengolahan pakan.
Keuntungan lainnya adalah ketersediaan solid sawit yang melimpah di daerah sentra perkebunan kelapa sawit, menjadikannya sumber pakan lokal yang murah dan mudah diperoleh. Hal ini membantu peternak mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial yang harganya fluktuatif dan seringkali mahal.
Dengan memanfaatkan limbah seperti solid sawit secara maksimal, peternak tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah dan pencemaran lingkungan. Inilah wujud nyata dari peternakan berkelanjutan—menguntungkan, efisien, dan ramah lingkungan.
Kesuksesan beternak tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar skala usaha, tetapi juga oleh seberapa pintar peternak mengelola sumber daya. Dengan pendekatan yang tepat, seperti inovasi dalam pengolahan pakan dan manajemen kandang yang efisien, peternak kecil sekalipun bisa meraih hasil yang memuaskan.






Video Kegiatan:
