
Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring riset internasional. Melalui Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP), USK resmi menjalin kerja sama dengan Institute of Tropical Agriculture and Food Security (ITAFoS), Universiti Putra Malaysia (UPM).
Kolaborasi ini mengangkat topik yang unik sekaligus relevan, yaitu pemanfaatan limbah serai wangi yang difermentasi sebagai pakan alternatif ternak. Penelitian berlangsung selama dua minggu mulai 10-24 Agustus 2025 di laboratorium ITAFoS, UPM, yang dikenal memiliki sejumlah fasilitas modern dengan peralatan canggih dan otomatis untuk mendukung riset pertanian tropis.
PR-ITP USK mengutus peneliti mudanya, Indra Wahyudi, S.Pt., M.Si, untuk membawa sampel dari Aceh dan menganalisisnya bersama tim peneliti UPM. Penelitian ini berfokus pada kandungan nutrisi dan fraksi serat dari limbah serai wangi fermentasi yang dinilai memiliki potensi untuk pakan alternatif ternak.
Kerja sama ini tidak hanya sebatas riset laboratorium. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana pertukaran ilmu, pengalaman, serta jejaring akademik antara peneliti USK dan UPM. Kepala PR-ITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU, menegaskan bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pengembangan pakan ternak di Indonesia dan kawasan regional.
Pihak UPM menyambut antusias kolaborasi ini dengan menyediakan akses penuh ke laboratorium dan tenaga ahli untuk mendukung jalannya penelitian. Sinergi USK dan UPM ini diyakini akan membuka jalan bagi penelitian lanjutan di bidang pertanian tropis dan teknologi pakan, sekaligus memperkuat peran USK sebagai universitas yang aktif membangun kolaborasi global.



