
Departemen Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (USK) dan Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) berkerjasama mengadakan webinar menghadirkan pembicara dari perusahaan penggemukan sapi wagyu Mie Kadowaki Bokujou, Jepang, Miftahul Fizar, S.Pt., yang juga merupakan alumni Departemen Peternakan USK.
Miftahul berbagi pengalaman terkait dengan manajemen penggemukan sapi wagyu di tempatnya bekerja. Dalam paparannya, ia menyampaikan bagaimana manajemen pemeliharaan dan penggemukan sapi wagyu. Pakan penggemukan tediri dari rumput, jerami, dan konsentrat. Rumput yang dikonsumsi sapi wagyu diperoleh dari Amerika Serikat. Ketua PR-ITP, Prof. Dr. Ir. Samadi., M.Sc melihat adanya peluang kerjasama dengan pihak perusahaan Jepang, “Saya melihat adanya kemungkinan kerjasama dengan perusahaan Mie Kadowaki Bokujou, Jepang, terkait dengan export rumput dari Aceh untuk perusaahaan sapi Wagyu tersebut, yang selama ini diimpor dari Amerika Serikat.”
Selain itu, Miftahul juga menambahkan bahwa dilakukan proses pemotongan tanduk dan kuku sapi dengan tujuan untuk memaksimalkan proses penggemukan. Perusahan Mie Kadowaki Bokujou juga sudah menggunakan Internet of Things (IoT) dalam mengontrol asupan pakan, perilaku makan, dan kontrol penyakit pada sapi. Penerapan IoT ini sangat membantu pekerja dalam mengambil berbagai keputusan dan penanganan yang tepat. Secara umum, kunci keberhasilan peternakan sapi wagyu adalah keturunan, pencatatan dan data harian, pakan, dan lingungan. Proses penjualan Sapi Wagyu di Jepang sendiri dilakukan dengan pelelangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh 100 partisipan yang merupakan mahasiswa Departemen Peternakan USK. Dihadiri pula oleh para dosen pengampu mata kuliah Praktek Agrotechnopreneurship yaitu Prof. Dr. Ir. Samadi., M.Sc., Dr. Zuraida Hanum, S.Pt., M.Si., Dr. Allaily, S.Pt., M.Si., dan Said Mirza Pratama, S.Pt., M.Si.[]




