
Banda Aceh — Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala resmi menjalin kerja sama internasional dengan Sicnalcare melalui penandatanganan Implementation Agreement sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi global di bidang inovasi teknologi pakan dan peternakan berkelanjutan.
Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan riset bersama, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program kolaboratif. Implementasi kesepakatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis sains yang aplikatif, khususnya dalam pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi peternakan.
Ketua PR-ITP, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperluas jejaring internasional sekaligus mempercepat adopsi teknologi inovatif di sektor peternakan.
“Penandatanganan Implementation Agreement ini menjadi bukti komitmen kami dalam membangun sinergi global yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta inovasi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas dan daya saing sektor peternakan,” ujarnya.
Pihak Sicnalcare juga menyambut positif kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk memperluas implementasi teknologi mereka di tingkat internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan dalam mengintegrasikan hasil riset dan teknologi unggulan dengan kebutuhan industri peternakan di Indonesia.
Melalui penandatanganan Implementation Agreement ini, PR-ITP dan Sicnalcare Korea berkomitmen untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan, inovatif, dan berorientasi pada solusi, guna mendukung pengembangan sektor peternakan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.




