
Banda Aceh, 5 November 2024 – Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) bekerja sama dengan Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PRITP) Universitas Syiah Kuala menerima kunjungan dari siswa SMP Sukma Bangsa Sigli dalam kegiatan School Visiting yang bertema ketahanan pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada aspek praktis dan inovatif di bidang peternakan serta pengelolaan pakan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional seperti yang tertuang dalam SDGs 2: Zero Hunger.
Sebanyak puluhan siswa SMP Sukma Bangsa Sigli hadir didampingi oleh empat guru, yaitu Rizki Nova Amelida, Nurbaiti, Muliadi, dan Afrizal. Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar di luar kelas, di mana para siswa dapat melihat langsung ternak yang berada di LLP serta berbagai inovasi di bidang peternakan dan teknologi pakan.
Universitas Syiah Kuala melalui Laboratorium Lapangan Peternakan secara rutin membuka akses pembelajaran dan pelatihan kepada masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan komunitas lokal. Salah satu kegiatan edukatif dilakukan bersama SMP Sukma Bangsa Sigli untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Selain kegiatan untuk siswa, LLP USK juga menyelenggarakan pelatihan serupa bagi petani dan kelompok ternak di wilayah Aceh dalam upaya memperkuat kapasitas mereka dalam praktik peternakan dan pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.

Seluruh kegiatan edukatif ini dilaksanakan secara gratis tanpa ada pungutan biaya apa pun, sebagai wujud komitmen USK dalam menyediakan akses pengetahuan, teknologi, dan keterampilan kepada masyarakat luas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendekatkan generasi muda pada pentingnya sektor peternakan dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Kepala Laboratorium Lapangan Peternakan, Prof. Samadi. “Kami berharap kunjungan ini memberikan inspirasi bagi siswa untuk lebih mengenal dan mencintai dunia peternakan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk menyaksikan berbagai kegiatan di LLP, seperti pengembangan pakan ternak inovatif dan metode peternakan yang ramah lingkungan. Selain itu, siswa juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan para staf mengenai pentingnya inovasi dalam mendukung keberlanjutan sumber daya pangan.
Salah satu guru pendamping, Rizki Nova Amelida, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi ilmu yang mendukung ketahanan pangan. Semoga pengalaman ini memberikan wawasan baru bagi mereka,” ujarnya.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tumbuh kesadaran di kalangan generasi muda mengenai pentingnya inovasi di sektor peternakan dan pakan ternak sebagai bagian integral dari upaya mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Laboratorium Lapangan Peternakan dan PRITP USK menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dalam mendukung pendidikan dan inovasi demi masa depan yang lebih baik.





