
Dalam rangka menjalin kerjasama dengan berbagai University Applied Science (UAS) di Jerman, DAAD Jakarta mengundang berbagai perwakilan dari Indonesia untuk mengadakan kunjungan ke berbagai UAS di Jerman. Kegiatan dilaksanakan selama sepekan 8-13 September 2025. Ikut serta dalam kegiatan ini adalah Dr. Guido Schnieders direktur DAAD Jakarta, Muji Rahayu Nutihastari sebagai ketua deputi DAAD Jakarta dan Lidya Natalie sebagai administrasi dari DAAD Jakarta.
Sementara perwakilan dari berbagai universitas dan lembaga di Indonesia yang ikut pada kegiatan ini adalah Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc sebagai ketua Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala, Dr. Ajeng Arum Sari dari BRIN, Prof. direktur Kerjasama dan hubungan internasional Universitas Gadjah Mada, Assoc. Prof Leenawaty Limantara Ph.D Associate Professor di Departemen Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra, Sssoc. Prof. Dr. Samuel Priyantoro Kusumocahyo Rektor, Swiss German University, Dr. Berry Juliandi sebagai Pj Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, Dr. Alim Setiawan Slamet, Wakil Rektor untuk sumber daya dan Ketahanan Infrastruktur, IPB University, dan Hendrix Yulis Setyawan Ph.D, Ketua Pusat Reputasi, Universitas Brawijaya.
Fokus utama dalam kunjungan ini adalah menjalin kerjasama di bidang akademik dan penelitian terutama bidang perubahan iklim, transformasi energi dan ketahanan pangan dimana bidang tersbut merupakan perhatian yang serius di kedua negara. Pada hari pertama kunjungan ke Jerman diawali dengan pertemuan dengan DAAD Bonn dan kunjungan ke Universitas Bonn.
Selanjutnya diadakan pertemuan dan kunjungan ke berbagai universitas terapan dimulai dengan TH Koeln, Heilbronn University Applied Science, Rheinmain University Applied Science, dan Darmstadt University Applied Science. Dalam kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pendidikan tinggi dan sistem penelitian di Jerman, khususnya terkait Universitas Ilmu Terapan (UAS). UAS adalah universitas yang bekerja sama erat dengan industri dalam pengajaran dan penelitian serta menawarkan pengajaran terfokus praktik dan penelitian terapan. Untuk memfasilitasi kerja sama antara universitas Indonesia dan Jerman. Sementara dalam pengajaran dan penelitian di bidang tematik yang terfokus (perubahan iklim, transformasi energi, dan ketahanan pangan).
Prof Samadi selaku perwakilan dari USK sangat antusias dengan kunjungan ini terutama dalam rangka menjadikan USK sebagai World Class University. Berbagi bentuk kerjasama dijajaki dalam kunjungan ini. Selama ini, USK juga telah menjalin kerjasama yang cukup baik dengan berbagai universitas di Jerman seperti dengan Goettingen University. Kegiatan dengan Goettingen University telah berjalan cukup lama dalam bentuk Triangel Partnershio Progam seperti program TASK NAD berupa pengiriman 20 mahasiswa master ke Universitas Goettingen dan juga mobiliti program di bawah program ERASMUS. Berbagai kemungkinan kerjasama lainnya untuk yang akan datang sedang dijazaki terurama bidang yang menjadi fokus ke dua negara yaitu perubahan iklim, transformasi energi dan ketahanan pangan demikian diungkapkan Samadi.











