PRITP
Highlight Vidio PRITP
PlayPlay

Tim PR-ITP USK Raih 2 Best Presenter Dalam Seminar Internasional ICAGRI 7

Presentasi Terbaik

BANDA ACEH – Tim Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan Ternak Universitas Syiah Kuala (PRITP USK) berhasil tampil cemerlang dalam perhelatan Seminar Internasional ICAGRI 7 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala di Darussalam, 8/10/2025.

Pasalnya, dua presenter dari pusat penelitian ini berhasil meraih anugerah presenter terbaik di forum yang diikuti 10 negara tersebut. Mereka adalah Fenda Alvionita Fhonna dan Muhammad Resthu.

Fenda yang juga berstatus sebagai Mahasiswa Prodi Doktor Ilmu Pertanian USK ini menyajikan presentasi hasil penelitiannya yang berjudul: “Interaksi Sinergis dan Potensi Dekolorisasi Konsorsium Jamur Pelapuk Putih pada Pewarna Remazol Brilliant Blue R”

Dalam presentasinya, Fenda menjelaskan konsorsium dua jenis jamur pelapuk putih, yaitu  Phanerochaete chrysosporium  dan  Trametes versicolor , mampu bekerja sama paling cepat dalam menguraikan zat pewarna sintetis (Remazol Brilliant Blue R). Di antara jamur tunggal,  Trametes versicolor  menunjukkan kemampuan terbaik. Hasil ini membuka peluang pemanfaatan jamur pelapuk putih untuk pengolahan limbah, bahan pakan, dan biomassa secara ramah lingkungan.

Sementara itu Muhammad Resthu, S.Pt., M.Pt yang merupakan Dosen Prodi Peternakan USK menyajikan presentasi tentang “Kandungan nutrisi susu, protein kasar, kecernaan protein kasar dari silase sabut kelapa muda yang disubtitusikan ke dalam ransum kambing Perah”.

Menurutnya musim kemarau menjadi tantangan di wilayah tropis terutama terjadinya penurunan peoduksi hijauan pakan ternak. Dampaknya dirasakan oleh peternakan rakyat. Sehingga perlu ada upaya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Banyak penelitian yang telah dilakukan menggunakan limbah pertanian sebagai pengganti pakan ternak seperti jerami dan pelepah kelapa sawit.

Selain itu sabut kelapa muda juga menjadi limbah yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pengganti pakan hijauan ternak. Indonesia menjadi negara produksi kelapa di dunia dengan produksi pada tahun 2024 mencapai 17 juta ton mengalahkan Filipina dan India. Nutrisi yang terkandung di limbah sabut kelapa muda yang tidak jauh berbeda dengan rumput gajah seperti kandungan serat kasar di bawah 30% dapat dimanfaatkan sebagai sumber serat.

Teknologi seperti silase tidak hanya mempertahankan kandungan nutrisi pakan hijauan lebih lama tapi juga menghasilkan berbagai asam organik yang akan meningkatkan asupan pakan dan nutrisi. Asupan nutrisi seperti protein kasar sangat penting terutama untuk ketersediaan protein di dalam tubuh ternak tercukupi. Protein membantu

pertumbuhan dan produksi seperti susu pada kambing perah. Dalam penelitian ini pemanfaatan 40% penggunaan silase sabut kelapa muda memeproleh konsumsi protein kasar dan kecernaan protein kasar tertinggi serta tidak mempengaruhi kandungan protein susu dan laktosa susu pada kambing Sapera.

Keberhasilan keduanya dalam meraih anugerah tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PRITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Si. Mantan Dekan FP USK itu mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian tersebut. Menurutnya prestasi ini menjadi penambah semangat bagi PRITP dalam mendarmabaktikan peran dan tanggungjawabnya mengembangkan inovasi dan teknologi di bidang pakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan khususnya di bidang peternakan.

Acara mewah ini diikuti lebih dari 200 peserta secara hybrid. Dan dibuka langsung oleh Rektor USK, Prof.Dr.Ir. Marwan serta ditutup oleh Dekan FP USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D.