Pusat Riset Inovasi Dan Teknologi Pakan
  • Home
  • Profil
    • Sambutan Kepala PR-ITP
    • Deskripsi & Ruang Lingkup
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Struktur Organisasi & SDM
    • Alamat & Media Publikasi
  • Keunggulan Akademik
    • Keynote/Invite Speaker
    • Presenter/Pemakalah
    • Publikasi Ilmiah
    • HKI
    • Keterlibatan Mahasiswa
    • Seminar / Workshop
      • Seminar Nasional
      • Seminar Internasional
    • Visitasi Pihak Luar
  • Komersialisasi & Hilirisasi
    • Kerjasama Lokal/Nasional
    • Kerjasama Internasional
    • Kerjasama Non-Riset
    • Produk IPTEKS
    • Layanan Publik
  • Dokumen
    • Berita
    • Surat Keputusan
    • Perjanjian Kerja Sama
    • Rencana Strategis 2024-2029
    • Rencana Kerja Tahunan
    • Laporan Tahunan
  • Link
    • Web USK
    • Web LPPM USK
    • Web FP USK
    • Web Pet FP USK
    • Web S2 Pet FP USK
    • Web ITAFoS UPM

Bersama Mahasiswa Peternakan USK, Pusat Riset Inovasi Teknologi Pakan USK Kembangkan Pakan Fermentasi Kelinci dari Limbah

06 September 2026

1

Banda Aceh – Pusat Riset Inovasi Teknologi Pakan (PRIPT) Universitas Syiah Kuala (USK) terus mendorong pengembangan inovasi pakan ternak melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan limbah yang berpotensi menjadi bahan pakan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah AGS-PROFER KDP, Pakan Fermentasi Kelinci, yang merupakan bagian dari kegiatan penelitian mahasiswa Program Studi Peternakan USK.

Pengembangan produk tersebut melibatkan tiga mahasiswa Peternakan USK, yaitu Agung Firmanto, Gilang Fesiska, dan Serlly Dwi Natasya. Penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc. dan Ir. Muhammad Resthu, S.Pt., M.Si.

Ketua Pusat Riset Inovasi Teknologi Pakan USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., menjelaskan bahwa pengembangan AGS-PROFER KDP merupakan salah satu bentuk hilirisasi hasil penelitian mahasiswa untuk menghasilkan inovasi pakan yang dapat memberikan nilai tambah terhadap bahan-bahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Produk AGS-PROFER KDP dikembangkan sebagai pakan fermentasi kelinci dengan memanfaatkan limbah dan bahan pakan berkualitas tinggi. Melalui proses fermentasi, bahan-bahan tersebut diolah menjadi produk pakan yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung penyediaan pakan kelinci.

Pada kemasan produk, AGS-PROFER KDP mengusung konsep “Natural Solution for Healthier Rabbits and Sustainable Future”. Produk tersebut ditujukan sebagai pakan berbasis bahan alami dengan beberapa keunggulan yang ditonjolkan, antara lain mendukung peningkatan pencernaan serta membantu menjaga kesehatan dan imunitas kelinci.

Pengembangan pakan berbasis fermentasi juga menjadi bagian penting dalam upaya menghasilkan teknologi pakan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pemanfaatan limbah sebagai bahan baku pakan dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai ekonomis bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Dari sisi akademik, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan produk ini memberikan pengalaman langsung dalam proses identifikasi bahan baku, formulasi, pengolahan melalui fermentasi, hingga pengembangan produk dan kemasan. Dengan demikian, kegiatan penelitian tidak hanya menghasilkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk memiliki kemampuan inovasi dan hilirisasi hasil penelitian.

AGS-PROFER KDP menjadi salah satu contoh bagaimana penelitian mahasiswa Peternakan USK dapat diarahkan untuk menghasilkan produk inovatif yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Ke depan, pengembangan produk diharapkan dapat dilanjutkan melalui pengujian kualitas dan kandungan nutrisi secara lebih komprehensif serta pengujian aplikasinya pada ternak kelinci.

Melalui Pusat Riset Inovasi Teknologi Pakan, USK terus mendorong kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi teknologi pakan yang memanfaatkan sumber daya lokal, mendukung efisiensi produksi peternakan, serta berorientasi pada prinsip keberlanjutan.

5

4

2

3

PR-ITP Bersama dengan Mahasiswa S3 USK Kembangkan "AMFA": Pakan Aditif dari Limbah Kelapa Muda untuk Tekan Emisi Gas Metana Ternak

PR-ITP Bersama dengan Mahasiswa S3 USK Kembangkan "AMFA": Pakan Aditif dari Limbah Kelapa Muda untuk Tekan Emisi Gas Metana Ternak

26 August 2026

1
BANDA ACEH — Isu pemanasan global yang dipicu oleh tingginya emisi gas rumah kaca terus menjadi perhatian dunia, tak terkecuali di sektor pertanian dan peternakan. Ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba diketahui sebagai salah satu penyumbang emisi gas metana (CH4) yang cukup besar. Gas ini terbentuk secara alami akibat proses fermentasi enterik di dalam lambung (rumen) ternak. Merespons tantangan lingkungan tersebut, sebuah terobosan baru datang dari dunia akademisi untuk menciptakan peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Seorang mahasiswa, Muhammad Resthu, yang saat ini tengah menempuh studi di Program Studi Doktor Ilmu Pertanian, Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK), berhasil mengembangkan inovasi produk pakan aditif. Di bawah arahan dan bimbingan langsung dari Promotor Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc. sekaligus sebagai Kepala Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PRITP). Resthu berfokus pada riset mendalam terkait formulasi pakan masa depan. Penelitian mutakhir ini dilakukan secara intensif di bawah naungan PRITP.

Luaran utama dari produk penelitian ini adalah Bahan Pakan Aditif Ternak Ruminansia yang diberi nama AMFA, kependekan dari Antimethanogenic Feed Additive. Keunikan sekaligus daya tarik utama dari inovasi AMFA terletak pada bahan baku utamanya yang sepenuhnya memanfaatkan limbah kelapa muda. Selama ini, limbah sabut dan cangkang kelapa muda yang melimpah dari pedagang minuman sering kali hanya berakhir di tempat pembuangan sampah dan menjadi masalah lingkungan tersendiri karena memakan banyak tempat dan sulit terurai dengan cepat.

Fungsi esensial dari pakan aditif AMFA ini adalah untuk mengurangi produksi gas metan yang dihasilkan oleh ternak ruminansia. Penelitian ini masih dalam tahap pengembangan skala lab dan masih diperlukan pengujian lebih lanjut secara in vivo pada ternak ruminansia. Senyawa aktif seperti tanin terkondensasi, flavonoid, dan fenol telah dikaji mampu mengruangi produksi gas metan secara in vitro. Mekanisme kerjanya dengan berperan sebagai anti-biofilm yang bisa melisis membrane plasma protozoa sebagai agen produksi metan di dalam rumen.
Langkah inovatif Muhammad Resthu bersama Prof. Samadi ini menjadi bukti nyata kontribusi PRITP dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Inovasi AMFA tidak hanya menawarkan mitigasi perubahan iklim dari sektor peternakan, tetapi produk ini juga mengusung prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah limbah tak bernilai menjadi produk yang bernilai jual. Ke depannya, produk ini diharapkan dapat segera dihilirisasi dan didistribusikan kepada para peternak lokal hingga nasional demi mewujudkan sistem peternakan Indonesia yang berkelanjutan.

2

3

4

5

Kunjungan Akademisi Indonesia-Filipina ke PR-ITP USK, Dorong Kolaborasi Inovasi dan Teknologi Pakan

Kunjungan Akademisi Indonesia-Filipina ke PR-ITP USK, Dorong Kolaborasi Inovasi dan Teknologi Pakan

14 August 2026

4

Banda Aceh, 14 Agustus 2026 — Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan akademisi dari Indonesia dan Filipina pada Jumat, 14 Agustus 2026, dalam rangka memperkuat jejaring kerja sama dan membuka peluang kolaborasi di bidang inovasi serta teknologi pakan.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman Samarinda, Prof. Widi Sunaryo, serta akademisi dari Visayas State University, Filipina, Prof. Renezita Sales Come, Ph.D. Kehadiran kedua akademisi tersebut disambut langsung oleh Ketua PR-ITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU, bersama sejumlah anggota PR-ITP USK.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan berdiskusi mengenai perkembangan riset dan inovasi teknologi pakan, khususnya pemanfaatan sumber daya lokal, pengembangan pakan yang berkelanjutan, serta peluang penerapan teknologi dalam mendukung produktivitas peternakan.

Prof. Samadi menyampaikan bahwa PR-ITP USK terus berupaya membangun jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi menjadi penting untuk mempercepat pengembangan hasil-hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia akademik, industri, dan masyarakat.

“PR-ITP USK terbuka untuk membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman seperti ini sangat penting untuk menghasilkan inovasi teknologi pakan yang adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan peternak,” ujar Prof. Samadi.

Sementara itu, kehadiran Prof. Widi Sunaryo dari Universitas Mulawarman dan Prof. Renezita Sales Come dari Visayas State University menjadi momentum penting untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran akademisi dan mahasiswa, hingga pengembangan inovasi dan teknologi pakan.

Kolaborasi Indonesia-Filipina tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan akademik PR-ITP USK sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang lebih konkret di masa mendatang.

Pertemuan diakhiri dengan diskusi dan pertukaran gagasan mengenai isu-isu strategis dalam pengembangan teknologi pakan dan peternakan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen PR-ITP USK dalam membangun ekosistem riset yang kolaboratif dan berorientasi pada inovasi serta pemanfaatan hasil penelitian bagi pembangunan peternakan berkelanjutan.

3

2

1

5

International Community Service di Sabang, PR-ITP USK Dorong Inovasi Cokelat Berbasis Sumber Daya Lokal

International Community Service di Sabang, PR-ITP USK Dorong Inovasi Cokelat Berbasis Sumber Daya Lokal

13 August 2026

1

SABANG – Rangkaian International Workshop DAAD 2026 yang digelar Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK) berlanjut di Kota Sabang, Kamis (13/8/2026). Kegiatan dikemas dalam International Community Service melalui field trip dengan tema “Development of Cocoa Processing Innovations Through the Utilization of Local Marine Resources in the Coklat Sabang (Cokbang) Agro-Industry.”

Kegiatan ini menjadi lanjutan workshop yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu (12/8/2026). Jika workshop menjadi ruang bertukar gagasan, agenda di Sabang membawa gagasan tersebut lebih dekat dengan masyarakat dan potensi daerah.

Peserta diajak melihat langsung pengembangan agroindustri kakao, khususnya inovasi pengolahan Coklat Sabang (Cokbang) melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat.

Ketua PR-ITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memastikan kolaborasi internasional tidak berhenti pada diskusi akademik.

“Kami ingin membawa semangat kolaborasi internasional ini lebih dekat dengan masyarakat. Potensi lokal, baik pertanian maupun kelautan, perlu dikembangkan melalui inovasi dan teknologi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Samadi.

Menurutnya, pertemuan akademisi, praktisi, masyarakat dan mitra internasional di Sabang diharapkan melahirkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti dalam bentuk riset maupun kerja sama pengembangan agroindustri.

“Harapannya bukan sekadar kunjungan. Ada pengetahuan yang dibawa pulang, ada gagasan yang bisa dikembangkan, dan ada kerja sama yang dapat dilanjutkan,” ujar mantan Dekan FP USK itu.

Samadi menambahkan, Sabang dipilih karena memiliki kekayaan sumber daya pertanian, kelautan dan biodiversitas yang dapat menjadi modal pengembangan ekonomi lokal. Melalui kegiatan ini, peserta juga melihat bagaimana potensi tersebut dapat dipadukan dengan inovasi untuk menghasilkan produk bernilai tambah.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Bagi PR-ITP USK, inovasi pertanian berkelanjutan bukan hanya soal teknologi dan produksi, tetapi juga tentang bagaimana sumber daya lokal memberi manfaat ekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

3

2

4

5

FAO Regional Asia dan Pasifik Kunjungi PR-ITP USK, Perkuat Kolaborasi Inovasi Pakan dan Pertanian/Peternakan Berkelanjutan

FAO Regional Asia dan Pasifik Kunjungi PR-ITP USK, Perkuat Kolaborasi Inovasi Pakan dan Pertanian/Peternakan Berkelanjutan

10 August 2026

1

Banda Aceh, 10 Agustus 2026 — Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan Asfri Rangkuti, Regional Leader in One Health and Global Health Security pada FAO Regional Asia dan Pasifik. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring dan membuka peluang kolaborasi dalam bidang inovasi pakan, peternakan, pertanian berkelanjutan, serta pendekatan One Health.

Kehadiran Asfri Rangkuti di PR-ITP USK disambut oleh Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU, selaku Ketua PR-ITP, beserta jajaran peneliti dan sivitas akademika yang terlibat dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi pakan.

Dalam kunjungan tersebut, Asfri Rangkuti mendapatkan pemaparan mengenai profil, visi dan misi, serta berbagai program riset dan inovasi yang dikembangkan PR-ITP USK. Berbagai potensi lokal dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan sebagai bahan pakan, teknologi pengolahan dan fermentasi pakan, serta pengembangan teknologi pakan yang mendukung sistem peternakan berkelanjutan turut menjadi bagian dari diskusi.

PR-ITP USK selama ini terus mendorong pengembangan inovasi teknologi pakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan hasil samping pertanian dan perkebunan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan pakan yang lebih efisien, aman, ramah lingkungan, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas peternakan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pentingnya pendekatan One Health, yang melihat keterkaitan antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Pendekatan ini dinilai semakin relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim, keamanan pangan, penyakit zoonotik, serta keberlanjutan sistem produksi pertanian dan peternakan.

Asfri Rangkuti menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan penelitian dan inovasi yang dikembangkan PR-ITP USK. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan pertanian dan peternakan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Sementara itu, Prof. Samadi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik bagi PR-ITP USK untuk memperluas jejaring internasional dan mengembangkan kerja sama dengan FAO, khususnya dalam bidang inovasi pakan, pengembangan peternakan berkelanjutan, keamanan pangan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta implementasi pendekatan One Health.

“Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi PR-ITP USK untuk memperkuat jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi dengan FAO. Kami berharap kerja sama ke depan dapat diarahkan pada riset bersama, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Samadi.

Lebih lanjut, kolaborasi antara PR-ITP USK dan FAO diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan riset, tetapi juga dapat mendorong hilirisasi hasil penelitian dan transfer teknologi kepada masyarakat. Dengan dukungan jejaring internasional, berbagai inovasi yang dikembangkan di USK diharapkan dapat memiliki dampak yang lebih luas dalam mendukung transformasi sistem pertanian dan peternakan yang produktif, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Kunjungan ini sekaligus mempertegas komitmen PR-ITP USK untuk terus memperkuat posisi sebagai pusat riset dan inovasi yang berkontribusi dalam menjawab tantangan teknologi pakan serta pembangunan pertanian dan peternakan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

2

3

4

  1. PR-ITP USK Raih Kinerja Terbaik sebagai Pusat Riset Universitas Syiah Kuala Tahun 2026
  2. PR-ITP Gelar International Workshop DAAD 2026, Hadirkan Pakar Dunia Bahas Transformasi Bioteknologi dan Pertanian Berkelanjutan
  3. PRITP USK Gelar Raker, Perkuat Sinergi dan Dorong Inovasi Teknologi Pakan Berdaya Saing Global
  4. Perkuat Jejaring Kemitraan dan Budaya Mutu, PR-ITP USK Tanda Tangani MoA dengan Fakultas Pertanian Universitas Samudra serta Gelar Sosialisasi LAM-PTIP

Subcategories

Kunjungan

Kerjasama Lokal/Nasional

Page 1 of 8

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
© 2024-2026 Pusat Riset Inovasi Dan Teknologi Pakan, | LPPM USK
  • Email: pritp@usk.ac.id
  • Home
  • Profil
    • Sambutan Kepala PR-ITP
    • Deskripsi & Ruang Lingkup
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Struktur Organisasi & SDM
    • Alamat & Media Publikasi
  • Keunggulan Akademik
    • Keynote/Invite Speaker
    • Presenter/Pemakalah
    • Publikasi Ilmiah
    • HKI
    • Keterlibatan Mahasiswa
    • Seminar / Workshop
      • Seminar Nasional
      • Seminar Internasional
    • Visitasi Pihak Luar
  • Komersialisasi & Hilirisasi
    • Kerjasama Lokal/Nasional
    • Kerjasama Internasional
    • Kerjasama Non-Riset
    • Produk IPTEKS
    • Layanan Publik
  • Dokumen
    • Berita
    • Surat Keputusan
    • Perjanjian Kerja Sama
    • Rencana Strategis 2024-2029
    • Rencana Kerja Tahunan
    • Laporan Tahunan
  • Link
    • Web USK
    • Web LPPM USK
    • Web FP USK
    • Web Pet FP USK
    • Web S2 Pet FP USK
    • Web ITAFoS UPM
+Image