
Lampung, 14 Oktober 2026 — Ketua Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., IPU., meraih penghargaan Best Presenter pada 1st International Conference on Agriculture for Food and Energy (I-CAFFE 2026) yang diselenggarakan pada 13–14 Oktober 2026 di Grand Mercure Lampung, Indonesia.
Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Lampung ini mengusung tema “Agricultural Innovation for Ensuring Food and Energy Security in an Era of Global Uncertainty”. Kegiatan tersebut menjadi forum ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi hasil penelitian, memperkuat jejaring kolaborasi, serta membahas inovasi di bidang pertanian, pangan, dan energi dalam menghadapi tantangan global.
I-CAFFE 2026 menghadirkan sejumlah narasumber utama (keynote speakers) dari berbagai institusi nasional dan internasional, yaitu Dr. Hiroaki Somura dari Okayama University, Jepang; Dr. Ashutosh Pathak dari Krishna School of Science, Drs. Kiran & Pallavi Patel Global University (KPGU), India; Prof. Dr. Yoo Ji-ho dari Korea Institute of Energy Research, Korea Selatan; Dr. Siti Norliyana Harun dari Institute of Climate Change, Universiti Kebangsaan Malaysia; serta Prof. Dr. Udin Hasanudin dari Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Indonesia. Kehadiran para pakar tersebut memperkaya pertukaran pengetahuan dan diskusi ilmiah mengenai inovasi pertanian, ketahanan pangan dan energi, serta keberlanjutan.
Dalam konferensi tersebut, Prof. Samadi mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Effects of Lignocellulolytic Fungi on Fiber Fractions and Energy Content of Citronella Residues after Solid-State Fermentation.” Penelitian ini mengkaji pemanfaatan residu serai wangi melalui fermentasi padat (solid-state fermentation) menggunakan fungi lignoselulolitik untuk mengevaluasi fraksi serat dan kandungan energi bahan tersebut.
Penelitian ini relevan dengan pengembangan teknologi pakan berkelanjutan melalui pemanfaatan hasil samping pertanian dan pengolahan tanaman aromatik sebagai sumber daya lokal. Pengolahan biomassa tersebut berpotensi mendukung diversifikasi bahan baku pakan, meningkatkan nilai guna residu pertanian, serta memperkuat penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam sektor pertanian dan peternakan.
Penghargaan Best Presenter yang diraih Prof. Samadi menjadi bentuk apresiasi atas presentasi hasil penelitian dalam forum ilmiah internasional. Prestasi ini juga menunjukkan pentingnya penguatan budaya riset, peningkatan kualitas komunikasi ilmiah, dan perluasan kolaborasi akademik untuk meningkatkan daya saing penelitian Universitas Syiah Kuala di tingkat internasional.
Sebagai Ketua PR-ITP USK, Prof. Samadi terus mendorong pengembangan penelitian inovasi teknologi pakan yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya lokal, efisiensi penggunaan bahan baku, dan keberlanjutan sistem peternakan. Fokus tersebut sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama yang berkaitan dengan pengentasan kelaparan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pengembangan inovasi berkelanjutan.
Capaian ini diharapkan semakin memperkuat peran PR-ITP USK sebagai pusat riset yang berkontribusi dalam menghasilkan inovasi pakan, meningkatkan daya saing penelitian, dan membangun kolaborasi akademik yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan pertanian dan peternakan berkelanjutan.




