
BANDA ACEH – Anggota Pusat Riset Inovasi dan Teknologi Pakan (PR-ITP) Universitas Syiah Kuala (USK), Fenda Alvionita Fhonna, menorehkan prestasi membanggakan pada forum akademik internasional. Fenda berhasil meraih penghargaan Favorite Presenter pada The 8th International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI) 2026 yang berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 di Banda Aceh, Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Fenda dalam mempresentasikan hasil penelitian pada konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian USK. ICAGRI ke-8 tahun ini mengangkat tema “Bridging Agriculture and Forest Ecosystem through Sustainable Land Management for Climate Resilience”, dengan fokus pada pengembangan pertanian berkelanjutan dan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Dalam konferensi tersebut, Fenda memaparkan pemanfaatan jamur pelapuk putih melalui fermentasi substrat padat sebagai pendekatan untuk meningkatkan kualitas nutrisi biomassa berlignoselulosa, seperti jerami dan hasil samping pertanian lainnya. Kajian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi pengolahan hasil samping pertanian dan perkebunan sebagai sumber pakan alternatif yang lebih berkualitas bagi ternak ruminansia.
Ketua PR-ITP USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc., menyampaikan kebanggaannya atas capaian Fenda Alvionita Fhonna dalam forum ilmiah internasional tersebut. Penghargaan Favorite Presenter ini menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan Fenda dalam mengomunikasikan hasil penelitian sekaligus membawa kontribusi keilmuan di bidang inovasi dan teknologi pakan ternak ke tingkat internasional. Menurut Prof. Samadi, prestasi ini sejalan dengan komitmen PR-ITP USK untuk mendorong penguatan riset, publikasi ilmiah, dan diseminasi hasil penelitian yang mendukung pengembangan teknologi pakan berkelanjutan. Keikutsertaan anggota pusat riset dalam konferensi internasional juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik dan memperkenalkan potensi riset USK kepada komunitas ilmiah yang lebih luas.
Capaian Fenda diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peneliti dan anggota PR-ITP USK lainnya untuk terus menghasilkan penelitian yang inovatif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan peternakan, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya pakan lokal dan hasil samping pertanian secara berkelanjutan. Penghargaan ini sekaligus memperkuat semangat PR-ITP USK untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam forum akademik nasional dan internasional.

