
Selain penandatanganan MoA tersebut kedua pihak menggelar diskusi terkait isu-isu pembangunan di sektor peternakan terutama berkaitan dengan pengembangan inovasi dan teknologi pakan. Zalsufran menyambut baik kemunculan pusat riset ini karena menurutnya penyediaan pakan merupakan hal terpenting dalam membangun dunia peternakan. Menurutnya kehadiran PRITP USK akan menjadi mitra strategis bagi dinas dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor peternakan khususnya di Aceh. Sebagai Pusat Riset yang baru berdiri, menurut Prof. Samadi, PRITP USK bertekad untuk memberi kontribusi positif dalam pengembangan inovasi dan teknologi pakan dalam mendukung upaya swasembada daging dan telur yang terus digalakkan pemerintah.

Prof. Samadi menjelaskan bahwa Pusat Riset yang dipimpinnya merupakan kumpulan para akademisi dari lintas bidang keilmuwan namun memiliki ketertarikan dan kepedulian terhadap pengembangan inovasi dan teknologi di bidang pakan ternak. Turut serta dalam pertemuan tersebut Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, Dr. Firdus, M.Si, Ir. Asril, M.Rur. Sc, Said Mirza Pratama, S.Pt, M.Si, Muhammad Restu, S.Pt., M.Si, Drh. T. Munazar dan Dr. Hendra Saputra, S. Pt, MM.



